Sunday, June 11, 2017

Grand Sayang Kaak, Wisata Alternatif di Ciamis

Rangon selfie di Grand Sayang Kaak Ciamis.*
CIAMIS- Kabupaten Ciamis sangat kaya akan potensi wisatanya. Berbagai wisata alam dan budaya tersebar luas hampir di setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Ciamis. Ciamis punya Situs Karangkamulyan di kecamatan Cijeungjing, Situ Lengkong Panjalu, Curug Tujuh Panjalu, Kampung Adat Kuta Tambaksari, Situs Gunung Susuru Cijeungjing dan masih banyak lagi. Potensi wisata alam lainya pun semakin bermunculan seiring berkembangnya tatar Galuh Ciamis.

Salahsatu yang saat ini tengah ramai dikunjungi dan menjadi buah bibir di media sosial adalah wana wisata alam Grand Sayang Kaak (GSK) yang berada di Dusun Cikatomas Desa Handapherang kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Sejak beroperasi bulan April 2017 lalu, GSK menjadi salahsatu wisata alternatif yang menarik di Ciamis.

Alam yang masih hijau dan berada di atas bantaran sungai Citanduy menambah nyaman pemandangan alam ke bawah sungai. Terlebih saat ini tengah dibangun bendungan Leuwi Keris di daerah tersebut, membuat potensi wisata Grand Sayang Kaak makin komplit.

Apalagi nanti jika bendungan Leuwi Keris selesai dibangun. Hamparan alam dengan pemandangan genangan air akan sangat memanjakan mata setiap pengunjung.

Keberadaan sebuah villa atau saung dibibir tebing sungai pun menjadi salahsatu view yang menarik untuk sekedar melihat pemandangan alam dengan riuhnya air sungai yang mengalir. Berbagai fasilitas wahana bermain pun tersedia, mulai dari fly fox, ATV, arung jeram, ranggon (lokasi swafoto) dan camping ground tersedia di GSK.

Tiap akhir pekan, lokasi wisata Grand Sayang Kaak padat dipenuhi ratusan pengunjung dari berbagai daerah. Grand Sayang Kaak dikelola oleh pemuda Karangtaruna Cikatomas. Yang menariknya, masuk ke lokasi Grand Sayang Kaak tidak dipungut biaya apapun selain parkir kendaraan. Untuk sekedar menikmati pemandangan, pengunjung tak harus merogoh dompetnya. Adapun biaya naik fly fox, ATV, selfi rangon sangat terjangkau.

Melihat pemandangan alam dan riuh aliran sungai Citanduy

Ketua Karangtaruna Dusun Cikatomas Desa Handapherang Hana Oktaviana mengatakan, awalnya lokasi GSK adalah perkebunan ditebing sungai (lamping) milik salahsatu pengusaha sukses asal Handapherang (pimpinan PT GSK). Karena potensi perkebunan tersebut layak jadi lokasi wisata, dia bersama pemuda lain berinisiatif merubah perkebunan menjadi areal wisata alam yang menarik.

"Kita sudah dekat dengan pemilik lahan GSK ini yang juga warga asli Handapherang, dan kita akan sama-sama bangun potensi wisata ini guna memberdayakan masyarakat sekitar," kata Hana.

Kata dia, pihaknya sudah kerjasama dengan beberapa pihak yang siap menyediakan sarana prasarana untuk wahana wisata di lokasi GSK ini, makanya kami pemuda karangtaruna ikut berperan didalamnya dengan maksud agar semua masyarakat bisa merasakan manfaat adanya wahana wisata ini.

Selain itu di Dusun Cikatomas, ada kesenian tradisional yang tetap bertahan sebagai sebuah kearifan lokal masyarakat Cikatomas yaitu seni bela diri pencak silat aom turat dan seni musik kliningan.

"Sudah sangat lengkap potensi yang ada di Cikatomas ini, tinggal keseriusan kita mengembangkanya, guna memberdayakan masyarakat sekitar di bidang ekonomi kerakyatan," ujarnya.

Hanya saja yang menjadi persoalan saat ini adalah akses menuju lokasi villa GSK yang belum refresentatif. Pengunjung yang ingin datang ke lokasi tinggal mengikuti arah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Handapherang, dari TPA masuk lagi ke perkebunan masyarakat sekitar 400 meter yang belum diaspal, hanya tanah berbatu.

"Akses memang masih jadi kendala, namun kedepan jika sudah berkembang kita akan buka akses baru, tak hanya lewat TPA namun bisa dari arah lainya, mohon dukungan saja dari semuanya," tandas Hana Oktaviana.

Penulis: Juli Alief Fadlil

No comments:

Post a Comment

Tahun 2018, Bupati Ciamis Akan Berikan WTP Untuk Desa

Iing Syam Arifin CIAMIS- Pemerintah Kabupaten Ciamis (Pemkab) tahun 2018 berencana akan  memberikan penghargaan Opini Wajar Tanpa Penge...