Thursday, August 31, 2017

Tahun 2018, Bupati Ciamis Akan Berikan WTP Untuk Desa

Iing Syam Arifin
CIAMIS- Pemerintah Kabupaten Ciamis (Pemkab) tahun 2018 berencana akan  memberikan penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk tingkat Desa terbaik dalam pengelolaan dana desa se-Kabupaten Ciamis.

Hal itu disampaikan Bupati Ciamis H Iing Syam Arifin seusai membuka  kegiatan Sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2017 Tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2018 serta Tindak Lanjut Hasil Evaluasi Gubernur Tahun 2017, di Aula Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Selasa (29/08/17).

Kata dia, penghargaan WTP tingkat desa ini dilakukan untuk mendorong Desa agar menjadi lebih semangat dan bertanggungjawab dalam mengurus masalah anggaran khususnya dana desa.

"Apalagi laporan keuangan Desa menjadi lampiran pertanggungjawaban Bupati. Sehingga jika pengelolaan keuangan desa sudah baik, maka akan menjadi acuan agar Ciamis tetap meraih WTP," ungkapnya.

Diakui Iing, rencana pemberian WTP tingkat desa ini baru dicetuskan hanya di Kabupaten Ciamis. Sebab, intinya WTP tingkat desa ini sebagai upaya dalam rangka memberikan rangsangan yang baik bagi Kabupaten Ciamis untuk mencapai WTP dari Pemerintah Pusat yang telah di raih selama 4 kali berturut-turut.

"Sehingga wajar kalau Saya sebagai bupati memberikan penghargaan bagi Desa yang mengelola anggaran dengan baik. Anggara Desa ini jumlahnya sangat besar sehingga pengelolaannya pun harus benar. Kalo Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) ini mengelolanya gampang tinggal pemungutan lalu di setorkan dan hasil yang paling besar dapat hadiah," kata Iing.***

Thursday, June 29, 2017

Alumni MTs Miftahussalam Ciamis Gelar Reuni Akbar

Himpunan Keluarga Alumni MTs Miftahussalam (Hikami) Cijeungjing Kabupaten Ciamis menggelar kegiatan Reuni Akbar Rabu (28/6/2017) di kampus MTsN 15 Ciamis. *
CIAMIS- Himpunan Keluarga Alumni MTs Miftahussalam (Hikami) Cijeungjing Kabupaten Ciamis menggelar kegiatan Reuni Akbar Rabu (28/6/2017) di kampus MTsN 15 Ciamis. Reuni akbar dikemas dengan sederhana di ruang kelas namun terasa hidmat dengan cerita nostalgia yang diceritakan masing-masing angkatan saat ramah tamah. Alumni MTs Miftahussalam/MTsN Cijeungjing/MTsN 15 Ciamis (sekarang) berjumlah 1.352 orang dari 21 angkatan. Sejak lulusan pertama tahun 1996 silam, jumlah peserta didik yang bersekolah di MTs Miftahussalam/MTsN 15 Ciamis semakin meningkat, alhasil alumni MTs yang berada di Desa Handapherang Kecamatan Cijeungjing itu mencapai ribuan.

Reuni akbar dihadiri sekitar 250 an alumni dari angkatan 1996 sampai 2017. Saat reuni akbar tersebut, digelar pemilihan Ketua HIKAMI dan terpilih secara aklamasi Endang Ali Sya'bana alias Abeng.

Ketua Hikami Endang Ali Sya'bana menyebut, reuni akbar MTs MIftahussalam pernah beberapa kali digelar beberapa tahun sebelumnya. Namun tahun ini, adalah reuni akbar yang cukup meriah karena dihadiri banyak alumni.
"Walaupun tidak semua hadir, namun dari tiap angkatan ada yang menghadiri," kata Abeng (sapaanya).

Kata dia, banyak alumni yang tidak hadir kemungkinan karena masih berada diluar kota (tidak mudik). Sulitnya akses komunikasi ke alumni yang berada di luar Ciamis juga menjadi salahsatu alasan reuni akbar tidak dihadiri semua alumni. Namun pihaknya kedepan akan lebih mematangkan persiapan agar kegiatan reuni akbar bisa lebih banyak lagi dihadiri alumni.

"Agenda reunian akbar ini akan digelar 2 tahun sekali, tahun depan digelar 2019. Dengan persiapan matang, kita yakin reuni akbar nanti akan lebih meriah," ujarnya.

Saat acara Reuni Akbar kali ini lanjut Abeng, Hikami memberikan uang "Kadeudeuh" kepada pihak MTsN 15 Ciamis (dulu MTs Miftahussalam) untuk diberikan kepada siswa tidak mampu yang bersekolah di MTsN 15 Ciamis. "Uang tersebut didapat dari partisipasi alumni yang peduli terhadap lembaga almamater," jelasnya.

Sementara itu Kepala MTsN 15 Ciamis (dulu MTs Miftahussalam) Drs H Saeful Uyun mengaku bangga dengan alumni MTs Miftahussalam yang bisa menggelar kegiatan reuni akbar kali ini. Kata dia, reuni menjadi wadah silaturahmi dan tepang sono antar alumni dan dewan guru.
"Saya merasa terharu ternyata alumni MTs Miftahussalam sangat banyak," ujarnya.

Pihaknya berharap alumni MTs Miftahussalam bisa menjadi alumni yang berguna bagi diri sendiri, bangsa dan negara. "Banyak alumni MTs Miftahussalam yang kini motekar, ada yang jadi guru, dosen, ketua dan lainya, saya harap semua bisa berguna bagi masyarakat," tandas H Uyun.***

Penulis: Juli Alief Fadlil  





Wednesday, June 21, 2017

Karangtaruna Handapherang Rutin Tarling

Karangtaruna Bina Remaja Handapherang berfoto bersama seusai  tarling di Masjid Jami Baitul Rahman Cikatomas Desa Handapherang Minggu (18/6/2017).*
CIAMIS- Kegiatan safari ramadan digelar Karangtaruna Bina Remaja Desa Handapherang kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis salahsatunya dengan menggelar kegiatan tarawih keliling (tarling) pada 10 hari terakhir ramadan. Tarling digelar sebagai rangkaian safari ramadan yang digelar karangtaruna setempat.

Menurut Ketua Karangtaruna Bina Remaja Desa Handapherang Endang Ali Syahbana alias Abeng, kegiatan tarling merupakan agenda rutin karangtaruna Desa Handapherang. Tarling sengaja digelar 10 hari terakhir, karena dihari-hari akhir ramadan biasanya mesjid mulai lenggang dari jamaah yang taraweh. Tarling digelar di lima masjid di lima dusun, dilaksanakan per dua hari sekali.

"Tarling pemuda Karangtaruna ini dilaksanakan untuk mengajak masyarakat agar lebih meningkatkan ibadah menjelang berakhirnya ramadan, alhamdulillah para pemuda kompak ikut tarling," katanya seusai tarling di Masjid Jami Baitul Rahman Cikatomas Desa Handapherang Minggu (18/6/2017).

Dalam kesempatan Karangtaruna memberikan berupa cinderamata kepada pihak DKM Masjid. "Ini sebagai kenang-kenangaj saja dari Karangtaruna, semoga bermanfaat," jelasnya.

Dengan tarling Abeng berharap, dapat mempererat silaturahmi dan memperkokoh persatuan antar pemuda di Desa Handapherang. Pihaknya juga mengajak para pemuda untuk terus meningkatkan ibadah dan kegiatan positif lain di bulan-bulan lain selain ramadan.

"Para pemuda sebagai corong generasi penerus harus bersatu, demi mewujudkan tatanan kehidupan sosial yang baik," ungkapnya menandaskan.*

Penulis:Juli Alief Fadlil

Friday, June 16, 2017

Alun-Alun Ciamis Tempat Favorite Ngabuburit dan Buka Puasa

Ngabuburit di Alun-alun Ciamis. Foto:Facebook (Evi Nuraeni)
CIAMIS- Alun-alun kota Ciamis sejak dulu memang menjadi pusat keramaian dan rekreasi masyarakat Kabupaten Ciamis. Arealnya yang luas, ditambah fasilitas publik yang semakin lengkap membuat taman pusat kota Ciamis itu selalu dipadati pengunjung terutama di bulan ramadan. 

Setiap sore hari hingga malam tiba, sejumlah spot Alun-alun Ciamis dipadati oleh orang yang sengaja ngabuburit sambil menunggu waktu berbuka. Di Alun-alun pun terdapat puluhan pedagang makanan dan minuman, sehingga tidak membuat masyarakat sulit mendapatkan makanan untuk berbuka. Pemandangan boneka joget Haji Geyot yang berada tepat di sebelah timur Masjid Agung menjadi salahsatu daya tarik masyarakat untuk ngabuburit.

Seperti halnya yang dikatakan Tuti (45) salahsatu pengunjung Alun-alun Ciamis Jumat (16/6/2017). Wanita asal Handapherang Kecamatan Cijeungjing itu mengaku sengaja sering datang ke Alun-alun untuk sekedar buka bersama dengan keluarga dan kerabat. 
"Kalau misalnya sudah jenuh buka puasa dirumah ya ke Alun-alun saja, perginya sore sambil nunggu magrib," ujarnya.

Salahsatu lokasi yang paling disukai masyarakat untuk buka bersama yaitu lokasi seputaran Taman Anggur. Disana terdapat areal luas yang dimanfaatkan untuk beristirahat sambil menggelar tikar untuk sekedar makan dan ngopi. 

Suasana malam Alun-alun. Foto:Net
Menjelang malam hari, lokasi yang biasa anak muda sebut "Upuy" itu tak pernah lenggang. Puluhan tikar digelar oleh para pedagang yang sengaja menyediakan tikar bagi pembeli yang mau nongkrong sambil ngopi. 

"Tempatnya memang sederhana hanya beralaskan tikar, namun sangat nyaman untuk sekedar nongkrong sama teman-teman apalagi ini bulan puasa momentnya untuk buka bersama," ujar Yazid (25) pengunjung Alun-alun Ciamis.

Selain Alun-alun Ciamis, lokasi yang kerap dipadati pengunjung adalah sircuit BMX Cigembor dekat Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cigembor.

Penulis: Juli Alief Fadlil



Wednesday, June 14, 2017

Tahun 2017 Warga Ciamis Tidak Ada yang Berangkat Transmigrasi

Transmigrasi ilustrasi net
CIAMIS- Tahun 2017 ini, pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Tenaga Kerja Ciamis tidak memberangkatkan calon transmigran yang saat ini sudah mendaftar ke Disnaker Ciamis. Alasanya, karena Kabupaten Ciamis tidak kebagian kuota dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi.

"Kuota untuk Propinsi Jawa Barat hanya untuk 53 KK calon transmigran, Ciamis salahsatu yang tidak kebagian jatah pemberangkatan transmigran," terang Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja Ciamis Kartika Kamis (15//6/2017).

Menurut Kartika, dari 53 KK yang berangkat transmigrasi, 23 KK merupakan luncuran tahun 2016, sedangkan yang murni tahun 2017 hanya 30 KK. "Kuota yanh sedikit ini akibat keterbatasan anggaran, di pemprov Jabar untuk biaya transmigrasi," jelasnya.

Lanjut Kartika, ada 10 Kab/kota yang kebagian jatah pemberangkatan transmigrasi salahsatunya Kabupaten Kuningan, Cianjur, Bekasi, Sumedang, Pangandaran, kota Banjar, Sukabumi, Depok, kab Bandung, dan Subang.
"Masing-masing kab/kota kebagian jatah 5 KK, kecuali Bandung 7 KK," ucap Kartika.

Kartika menyebut, daerah yang kebagian jatah transmigrasi adalah yang awalnya sudah melakukan penjajagan ke daerah transmigran yang dituju serta melakukan MoU dengan daerah setempat.

"Mudah-mudahan tahun depan kita kebagian jatah transmigrasi, karena memang tidak sedikit masyarakat Ciamis yang ingin bertransmigran ke luar Jawa," katanya seraya menambahkan, bagi calon transmigran yang saat ini mendaftar sementara ini ditampung untuk alokasi 2018.

Penulis: Juli Alief Fadlil

Horee!!! Aparatur Pemerintah Desa di Ciamis Bakal Dapat Tunjangan Hari Raya

Tunjangan Hari Raya (THR), Foto:Net
CIAMIS- Kabar gembira kini tengah menghampiri seluruh aparatur pemerintah desa di Kabupaten Ciamis. Pasalnya, tahun 2017 ini Kades dan Perangkat Desa bakal mendapat tunjangan kinerja tahunan dari Pemda Ciamis. Selain itu Ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) juga mendapat tunjangan yang sama.

Hal ini diakui Kepala Bidang Pemerintah Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Ciamis Taufik Hidayat Rabu (14/6/2017).

Kata Taufik, pemda Ciamis tahun 2017 ini telah melaksanakan perubahan peruntukan Alokasi Dana Desa (ADD), yang tadinya anggaran biasa digunakan untuk peningkatan kapasitas aparatur Desa, dirubah menjadi tunjangan kinerja tahunan.

"Tunjangan kinerja tahunan ini dilaksanakan dengan memperhatikan usulan dari APDESI Kabupaten Ciamis yang menginginkan adanya tunjangan hari raya untuk aparatur pemerintah desa, alhamdulillah bisa terealisasi," katanya.

Lanjut Taufik, tunjangan kinerja tahunan ini hanya satu kali dalam setahun. Selain itu sesuai arahan Bupati Ciamis penyaluran tunjangan tersebut akan dilaksanakan bersamaan dengan penyaluran insentif ketua RT dan RW yaitu pada bulan Juni/sebelum hari raya Idul Fitri.

"Makanya kepada seluruh pemerintah desa agar segera menyampaikan usulan penyaluran tunjangan kinerja tahunan itu kepada DPMD Ciamis secepatnya, agar bisa segera disalurkan," jelaa Taufik.

Adapun nilai tunjangan yang diterima aparatur pemerintah desa berbeda-beda, Kades Rp 850.000, Sekdes Rp 550.000, Kaur, Kasi dan Kadus Rp 450.000, Bendahara desa Rp 350.000, Ketua BPD 300.000, Wakil ketua dan sekretaris BPD Rp 250.000, anggota BPD lainya Rp 200.000,. Sementara itu insentif ketua RT/RW Rp 500.000.

"Diharapkan dengan adanya tunjangan kinerja tahunan bagi aparatur desa ini,kinerja pemerintah desa akan lebih meningkat lagi khususnya dalam pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat," tandasnya.

Salahsatu perangkat Desa asal Handapherang Kecamatan Cijeungjing Mardis Udin menyambut baik upaya Pemda Ciamis yang memberikan Tunjangan Kinerja Tahunan (THR) bagi perangkat desa. Kata dia, tunjangan tersebut akan sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan hari lebaran nanti. "Terima kasih kepada pemda Ciamis, baru tahun ini kita mendapat THR, tahun-tahun sebelumnya belum sekalipun," ungkapnya.

Pihaknya berharap, Tunjangan Kinerja Tahunan ini bisa berlanjut di tahun-tahun sebelumnya. "Tahun depan harusnya juga ada ya, jangan tahun ini saja," tandasnya.

Penulis: Juli Alif Fadlil

Tuesday, June 13, 2017

Benarkah Masjid Agung Ciamis Pernah Dibakar?

Masjid Agung Ciamis
CIAMIS- Kemegahan Masjid Agung Ciamis yang kini berdiri kokoh diantara gedung DPRD Ciamis dan Pendopo Bupati Ciamis ternyata menyimpan sejarah pahit yang tidak semua masyarakat tahu. Ya, Masjid Agung Ciamis yang dibangun tahun 1882 oleh Bupati ke 16 Rd. A. A. Koesoemahdiningrat (Kanjeung Daleum) tersebut dulu sempat dibakar oleh gerombolan DI/TII di tahun 1958.

Hal tersebut diakui sesepuh masjid Agung Ciamis H R Kurnia. "Berdasarkan sejarahnya memang sempat terbakar pada saat ada gerakan DI/TII di tahun 1958," ujar H R Kuria Rabu (14/6/2017).

Kemudian kata Kurnia, bangunan masjid Agung yang terbakar, diruntuhkan dan dibangun ulang dalam bentuk yang berbeda oleh Bupati Ciamis ke 27, Rd. Yoesoef Suriasaputra. Atap masjid yang sebelumnya berupa atap joglo bertingkat diubah menjadi berbentuk bulat berbahan seng. Di bagian depan kanan dan kiri masjid dibuat menara berbentuk bulat yang juga terbuat dari seng. "Kalau renovasi ketiga dilakukan tahun 1982 pada masa kepemimpinan Bupati Drs. H. Soejoed," katanya.

Salahsatu perbaikan kubah masjid Agung Ciamis
Masjid Agung Ciamis pun lanjut H Kurnia, beberapa kali mengalami serangkaian renovasi dan dua kali dibangun ulang secara total setelah bangunan sebelumnya diruntuhkan. Bangunan megah dengan dua Menara tinggi menjulang yang kini berdiri merupakan bangunan dari masa pembangunan tahun 2002 saat Bupati H Oma Sasmita, sedangkan bangunan pertama yang didirikan oleh Kanjeng Dalem sudah tak berbekas.

Sesuai sejarah, pembangunan awal Masjid Agung Ciamis memang dimulai tahun 1882, saat Ciamis dipimpin oleh Bupati Galuh ke-16, Rd. A. A. Koesoemahdiningrat (memerintah 1839-1886), namun baru dapat diselesaikan dan diresmikan pada tahun 1902 oleh Bupati

Galuh Rd. A. A. Koesoemah Soebrata (putra Kanjeng Dalem). Fakta tersebut dibuktikan dengan adanya prasasti kayu yang dipasang di pintu masuk masjid sebelah kanan yang bertuliskan: Tanggal 30 Romadhon tahoen 1319 H/10 Djanoeari tahoen 1902 M Waktoe Boepati Kanjeng Dalem Raden Aria Adipati Koesoemah Soebrata".

Kini masjid Agung Ciamis semakin dibawah kepemimpinan Ketua DKM DR H Wawan AS Arifien terus bersolek. Halaman masjid dipenuhi oleh pohon kurma yang sengaja ditanam oleh DKM Masjid Agung Ciamis. Kini, suasana sejuk dan asri begitu terasa kala kita singgah di Masjid Agung Ciamis yang berada di Jalan Jendral Sudirman tersebut. Hampir setiap harinya, Masjid Agung ramai dipadati masyarakat untuk mengikuti berbagai kegiatan pengajian dan lainya. Tak sedikit pula masyarakat luar yang sengaja singgah dan beristirahat dari perjalanan di Masjid Agung Ciamis untuk solat, istirahat dan makan.

Sejarah panjang bangunan Masjid Agung Ciamis dari mulai pembangunan hingga adanya tragedi pembakaran tidak banyak diketahui oleh masyarakat Ciamis utamanya kalangan muda. Padahal, mengetahui historis Masjid Agung Ciamis sangatlah penting sebagai landasan kita untuk terus menyebarkan syiar islam walaupun dengan berbagai rintangan.***

Penulis: Juli Alif Fadlil




Tahun 2018, Bupati Ciamis Akan Berikan WTP Untuk Desa

Iing Syam Arifin CIAMIS- Pemerintah Kabupaten Ciamis (Pemkab) tahun 2018 berencana akan  memberikan penghargaan Opini Wajar Tanpa Penge...