![]() |
| Jalan lingkungan menuju proyek bendungan Leuwi Keris rusak |
Jalan lingkungan tersebut adalah asset Pemdes Handapherang. Kini hampir semua jalan lingkungan yang panjangnya 500 meter dari arah jalan lingkar selatan itu rusak parah. Sejak beberapa bulan kebelakang, jalan memang digunakan oleh truk maupun kendaaraan kecil menuju proyek.
"Kerusakan jalan ini siapa yang mau tanggungjawab, BBWS Citanduy atau kontraktor yang mengerjakan proyek," jelas tokoh masyarakat Cibatok Raska (55) Senin (12/6/2017).
![]() |
| Proyek bendungan Leuwi Keris sungai Citanduy Ciamis |
Kata dia, memang sempat ada
perwakilan masyarakat yang datang ke kontraktor dalam hal ini PT Hutama Karya
(Persero) untuk menanyakan masalah rusaknya jalan. Pihak kontraktor menyanggupi
dengan syarat perbaikan secara bertahap dimulai dari yang
terparah.
"Namun hingga sekarang belum terealisasi juga, jalanan makin rusak dan banyak yang kecelakaan, terutama di tanjakan Masjid Jami Cibatok," tegas Raska.
Warga kata Raska, sudah sangat kesal dan geram dengan janji kontraktor. Jalan yang tadinya sudah mulai rusak jadi makin rusak. Pihaknya juga meminta ketegasan pihak Pemerintah desa Handapherang, kenapa hal seperti ini terus dibiarkan.
"Harusnya tegas saja, ini kan jalan lingkungan, proyek ada di lingkungan masyarakat, harusnya bisa menunjukan ketegasan agar tidak seenaknya," ungkapnya.
Tahun 2017 ini, anggaran Dana Desa Handapherang akan digelontorkan untuk perbaikan jalan Cibatok. Namun karena takut kembali rusak akibat dilalui kendaraan menuju proyek bendungan, alokasi pengaspalan dipindahkan ke jalan lain.
"Ini kan jadi masalah bagi masyarakat, jalan tak diperbaiki desa juga tak diperbaiki kontraktor. Yang dirugikan tentu masyarakat," tandasnya.
"Namun hingga sekarang belum terealisasi juga, jalanan makin rusak dan banyak yang kecelakaan, terutama di tanjakan Masjid Jami Cibatok," tegas Raska.
Warga kata Raska, sudah sangat kesal dan geram dengan janji kontraktor. Jalan yang tadinya sudah mulai rusak jadi makin rusak. Pihaknya juga meminta ketegasan pihak Pemerintah desa Handapherang, kenapa hal seperti ini terus dibiarkan.
"Harusnya tegas saja, ini kan jalan lingkungan, proyek ada di lingkungan masyarakat, harusnya bisa menunjukan ketegasan agar tidak seenaknya," ungkapnya.
Tahun 2017 ini, anggaran Dana Desa Handapherang akan digelontorkan untuk perbaikan jalan Cibatok. Namun karena takut kembali rusak akibat dilalui kendaraan menuju proyek bendungan, alokasi pengaspalan dipindahkan ke jalan lain.
"Ini kan jadi masalah bagi masyarakat, jalan tak diperbaiki desa juga tak diperbaiki kontraktor. Yang dirugikan tentu masyarakat," tandasnya.
Penulis: Juli Alief Fadlil


No comments:
Post a Comment